Mau Buka Bisnis E-commerce? Kenali Dulu Jenis-jenisnya!

2 weeks ago

Saat ini kita lebih sering menggunakan layanan digital yang mudah dan praktis. Berbagai aktivitas pun jadi lebih ringkas lewat layanan digital. Misalnya saja promosi produk, berjualan, membeli barang dan jasa, dan lain sebagainya. Bisnis e-commerce berkembang sangat pesat dan bisa jadi solusi untuk meningkatkan perekonomian kita.

Ada beragam jenis bisnis e-commerce di Indonesia. Sebenarnya apa saja jenis e-commerce dan contohnya? Kalau kamu mau ikutan terjun ke bisnis ini juga, wajib kenalan dulu, nih. Yuk cari tahu di bawah ini.

Business-to-Business (B2B) E-commerce

Usaha e-commerce yang pertama sekaligus yang paling besar skalanya adalah Business-to-Business e-commerce. Lebih sering disebut sebagai B2B, ini adalah bisnis yang dilakukan antar perusahaan atau jenis usaha. Transaksi dalam B2B dapat dilakukan secara elektronik maupun fisik. Penjual maupun konsumen menjadi suatu kelompok maupun organisasi yang menjalankan usaha, bukan konsumen perseorangan.

Salah satu contoh, perusahaan A adalah produsen berbagai macam bahan untuk membuat pakaian, sprei, dan lain sebagainya. Sedangkan perusahaan B adalah produsen fashion. Jadi perusahaan B akan membeli bahan yang dibutuhkan dari perusahaan A. Transaksi antar keduanya inilah yang disebut sebagai B2B e-commerce.

Pelaku B2B, baik penjual maupun pembeli, akan membutuhkan banyak biaya agar transaksi bisa terjadi. Inilah yang membuat B2B memiliki risiko yang cukup besar. Karena itu, biasanya pelaku B2B bertransaksi dengan menggunakan Electronic Data Interchange (EDI) untuk transaksi dan e-mail untuk komunikasi serta konsultasi berkaitan dengan produk atau jasa. EDI sendiri merupakan proses transfer data yang terstruktur dengan format standar yang sudah disepakati.

Untuk membantu B2B, banyak software yang bisa digunakan agar aktivitaslebih mudah dilakukan. Misalnya aplikasi kasir online dan Point of Sales (POS) yang sangat membantu dalam berbagai transaksi bisnis. Setiap transaksi pun tercatat dengan rapi.

Business-to-Consumers (B2C) E-commerce

Ini adalah jenis e-commerce di Indonesia yang paling banyak dikenal dan digunakan setiap hari. Business-to-Consumers E-commerce terjadi antara produsen sebagai penjual yang menyediakan produk atau jasa ke konsumen akhir. Penjual B2C e-commerce biasanya merupakan toko ritel dengan stok produk eceran untuk dijual dan punya gudang untuk menyimpan barang.

Lalu apa bedanya B2C ecommerce dengan toko ritel biasa? B2C ecommerce melakukan transaksi secara online. Proses yang terjadi dalam B2C biasanya jauh lebih cepat karena lebih mudah. Karena itu, bisnisnya pun bisa berkembang dengan pesat. Saat ini membuat website juga semakin mudah, karena itu bisnis e-commerce makin banyak tersedia tiap kali kita browsing internet.

Kelebihan B2C e-commerce adalah proses transaksi yang lebih cepat. Umumnya, konsumen B2C e-commerce pun bisa mendapat harga yang lebih murah dengan proses pengiriman yangcepat. Tapi, tentu ada kekurangannya yaitu persaingannya sangat ketat. Kalau ingin bisnis B2C berjalan sukses, strategi promosinya juga harus pintar agar calon konsumen yang potensial bisa tertarik dengan bisnis kita.

B2C e-commerce bisa menyediakan berbagai produk maupun jasa. Misalnya untuk berjualan berbagai produk yang variatif ada Amazon dan Ebay. Sedangkan untuk berjualan khusus produk fashion ada Zalora dan Berrybenka. Ada juga yang menawarkan jasa jual beli tiket alat transportasi dan booking tempat penginapan seperti Traveloka dan Pegipegi.

Consumer-to-Consumer (C2C) E-commerce

Jenis bisnis yang ketiga ini juga sangat populer di Indonesia. Consumer-to-Consumer E-commerce adalah transaksi yang terjadi antara konsumen dengan konsumen. Jadi penjualnya bukan perusahaan, melainkan perorangan. Pembelinya pun perorangan. Transaksi seperti ini hampir dilakukan setiap hari lewat platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, C2C e-commerce terbagi menjadi dua yaitu bentuk marketplace dan classified. Marketplace adalah platform di mana penjual dan pembeli bisa bertemu di dunia maya dan bertransaksi secara langsung. Hanya saja, proses pembayarannya juga harus melewati platform tersebut sebagai pihak ketiga. Jadi proses pembayarannya lebih terjamin.

Sedangkan bentuk C2C classified atau yang sering juga disebut iklan baris lebih memberi kebebasan pada penjual dan pembeli. Platformnya sama dengan marketplace, tapi transaksi pembayaran biasanya dilakukan secara Cash on Delivery (COD). Produk yang dijual sering kali merupakan barang besar, seperti sepeda motor, mobil hingga rumah, meski tidak harus demikian.

Contoh platform iklan baris yang banyak digunakan di Indonesia adalah Kaskus dan OLX. Di sana penjual dan pembeli bisa berjualan apa saja. Tak harus barang besar, bisa juga barang lain yang ukurannya lebih kecil seperti konsol gim, sepatu, dan lain sebagainya. Produk yang dijual pun bisa dalam keadaan baru maupun bekas.

Online-to-Offline (O2O) E-commerce

Online-to-offline e-commerce merupakan transaksi yang dilakukan dengan memadukan cara online dan offline. Meskipun terdengar membingungkan, tapi sebenarnya banyak orang sudah melakukannya hampir setiap hari. Misalnya saja memesan makanan lewat Gofood, Grabfood, maupun Shopeefood. Jadi penjual akan melakukan promosi di dunia maya, pembeli akan melakukan pemesanan via online, tapi kemudian prosesnya diteruskan via offline.

Selain makanan yang dipesan via online dan kemudian barangnya kita ambil secara offline dengan bertemu langsung kurir yang mengantarkan makanan tersebut, masih ada contoh lainnya. Yaitu berbelanja kebutuhan sehari-hari di minimarket secara online, yang kini kian marak.

Melihat kecenderungan konsumen yang lebih suka belanja kebutuhan sehari-hari via online karena anti ribet, akhirnya beberapa minimarket mulai menyiapkan layanan pemesanan online dan delivery sendiri. Ada yang bekerja sama dengan pihak ketiga, ada juga yang melayaninya sendiri. Contohnya Indomaret dan Alfamart yang bekerja sama dengan Gomart dan Grabmart. Atau Alfamart dan Alfamidi yang juga membuat platform layanan online sendiri bernama Alfagift.

Konsumen bisa memilih produk dan memesannya via online. Lalu barang diantar ke tempat tujuan sesuai permintaan atau diambil di gerai yang menyediakan layanan tersebut. Jadi proses akhirnya dilakukan secara offline. Proses pembayarannya dapat dilakukan secara elektronik ataupun COD. Konsumen bisa memilih sesuai dengan tingkat kenyamanan masing-masing.

Selain belanja online, bentuk lain dari jenis e-commerce O2O adalah platform booking akomodasi seperti Airy dan Airbnb. Konsumen akan melakukan pemesanan tempat menginap via online melalui situs ataupun aplikasi, lalu pelayanan dilakukan secara offline di tempat penginapan yang sudah dipesan sebelumnya.

Itu dia berbagai jenis bisnis e-commerce yang ada di Indonesia yang sering kita gunakan sehari-hari. Dengan adanya bisnis e-commerce, baik penjual maupun pembeli semakin dimudahkan untuk bertransaksi. Tanpa bertemu langsung pun, transaksi bisa berjalan dengan lancar. Jadi bisnis e-commerce mana yang paling cocok untukmu? Sebelum menentukan fokus, pastikan tekuni dulu jenis e-commerce yang dipilih. Kenali kelebihan dan kekurangannya biar makin yakin. 

Kembali ke list