Cara Mengelola Keuangan Pribadi dengan Baik, Anti Gagal Bayar!

4 months ago

Tiap orang pasti tak ada yang ingin gagal bayar. Kalau sampai ada riwayat gagal bayar, kita jadi punya history finansial yang bercela. Ini mungkin saja berpengaruh saat kita mengajukan pinjaman bank di masa depan. Supaya terhindar dari gagal bayar, kita harus pelajari cara mengelola keuangan pribadi dengan baik. Yuk lakukan beberapa langkah di bawah ini supaya keuangan kita aman.

Buat Rancangan Anggaran Keuangan

Cara mengatur keuangan agar tidak boros yang pertama adalah buat rencana anggaran keuangan. Tiap bulan pasti kita punya pengeluaran yang sifatnya tetap, jadi bisa dengan mudah kita tuliskan. Lalu ada juga rencana yang dianggarkan khusus untuk bulan-bulan tertentu.

Misalnya bulan ini ada rencana pengeluaran untuk beli gadget, sementara bulan depan ada rencana anggaran untuk beli kado buat orang tua. Kalau dari awal sudah dianggarkan, kita jadi bisa mengatur pengeluaran dan mencegah ada pengeluaran yang kurang perlu. Pengeluaran yang sudah dianggarkan sedemikian rupa kalau sampai melenceng, jadi bisa mengubah rencana awal. Sebisa mungkin kita akan menghindari perubahan tersebut.

Susun Skala Prioritas

Hindari gagal bayar cicilan dengan menyusun skala prioritas. Tiap orang punya prioritas yang berbeda-beda. Prioritas juga mungkin berubah dari waktu ke waktu. Misalnya tahun lalu prioritas kita adalah menabung untuk beli kendaraan pribadi, sedangkan tahun ini prioritasnya menabung untuk beli rumah.

Skala prioritas bukan berarti harus berjumlah besar. Bisa saja prioritas kita untuk menyisakan Rp 50.000 untuk tabungan tertentu. Apapun prioritas kita, dengan membuat mengurutkan skala, kita jadi lebih ingat mana yang penting dan mana yang tidak. Mungkin saja kita jadi mengerem pengeluaran yang kurang penting.

Pahami Kebutuhan

Kalau sudah membuat rencana anggaran dan menyusun skala prioritas, biasanya kita jadi cenderung mudah memahami kebutuhan. Ini sekaligus jadi cara mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik. Sambil menyusun rencana, kita jadi tahu apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang dan apa yang bisa dipenuhi bulan depan atau nanti-nanti saja.

Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Tanpa kita sadari, sebenarnya tidak semua pengeluaran kita itu merupakan kebutuhan. Ada juga yang sebenarnya hanya keinginan. Kalau ditulis, kita jadi bisa memisahkan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya keinginan belaka.

Cara mengelola keuangan pribadi dengan baik adalah paham mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang keinginan. Jadi, otomatis kita bisa membuat skala prioritas. Hal-hal yang berupa keinginan bisa dikurangi jumlahnya dan lebih fokus ke kebutuhan saja.

Bukan berarti kita tidak boleh mengeluarkan uang untuk keinginan. Sesekali memenuhi keinginan kan penting juga untuk melepas stres. Pengeluaran untuk keinginan juga penting dalam rangka mengapresiasi kerja keras diri sendiri di momen tertentu. Tapi setidaknya kalau sudah dipisahkan sejak awal, kita bisa menganggarkannya dengan lebih bijak dibandingkan sebelumnya.

Pisahkan Pemasukan Sesuai Pos Kebutuhan

Begitu gajian, kamu bisa membuat pos-pos kebutuhan lengkap dengan biaya yang tertata rapi. Misalnya pos untuk transportasi selama sebulan, pos untuk makan, pos untuk bayar hutang, pos belanja bulanan, dan pos belanja barang keinginan. Ini adalah cara mengelola keuangan dengan baik yang tepat. Karena kalau selama ini catatan keuangannya berantakan, hasilnya jadi sulit dilacak.

Kalau sudah ada pos-pos sendiri, otomatis kita jadi punya rem begitu mau mengeluarkan uang yang melebihi dari rencana tiap pos. Bakal lebih baik lagi kalau kita selalu mencatat pengeluaran. Jadi, tiap akhir bulan bisa melihat lagi apa pengeluaran yang bisa dikurangi. Sebisa mungkin tetap disiplin berdasarkan pos-pos kebutuhan yang sudah dibuat sejak awal.

Sesuaikan Kebutuhan dengan Budget

Beli barang yang dibutuhkan dan sifatnya tak bisa dihindari tetap harus disesuaikan dengan budget. Misalnya smartphone sudah rusak, padahal harus berkomunikasi untuk urusan pribadi dan pekerjaan pakai smartphone. Jadi harus beli yang baru, tapi sesuaikan dengan budget. Jangan sampai beli yang susah kita penuhi.

Misalnya budget kita hanya Rp 5 juta. Pilih smartphone yang harganya kisaran Rp 4 juta – Rp 5 juta saja. Tidak perlu melirik smartphone yang harganya Rp 6 juta ke atas. Kalau mengikuti keinginan, smartphone yang harga Rp 20 jutaan juga ada. Tapi jelas tidak sesuai budget dan malah bikin kita repot melunasinya.

Tidak Mudah Tergiur Diskon

Dari jaman belanja offline di mall sampai sekarang jamannya belanja serba online, yang namanya diskon pasti bikin banyak konsumen tergoda. Bahkan, tak jarang kita membelinya padahal ngga butuh-butuh amat dengan produk tersebut. Tapi hanya karena diskon, kita merasa harus beli. Kalau tak beli rasanya rugi!

Padahal, sebenarnya kalau produknya tidak kita butuhkan ya kita sama sekali tidak rugi. Jadi sebelum tergoda diskon, pikirkan dulu apakah barang tersebut di masa depan bakal kita pakai atau tidak. Kalau tidak, lebih baik langsung tinggalkan saja.

Bisa juga buat daftar kebutuhan sendiri. Begitu barang yang kita butuhkan sedang diskon, barang bisa langsung dibeli. Selama ada diskon tapi produknya tidak ada di dalam daftar, maka tak perlu dibeli. Buat tipe yang mudah tergoda, lebih baik jangan mengunjungi toko yang lagi diskon. Entah itu toko offline maupun online.

Menyimpan Uang Kembalian

Masih sering belanja pakai uang tunai? Misalnya saat beli buah dan sayur, atau beli kebutuhan sehari-hari di toko kelontong, pasti kita pakai uang tunai. Kadang ada kembalian berupa uang kecil yang terkesan jumlahnya tak seberapa. Padahal kalau dikumpulkan bisa jadi banyak lho. Coba kumpulkan uang kembalian di celengan. Lama-lama pasti jumlahnya lumayan banyak dan bisa dipakai belanja lagi.

Kurangi Pengeluaran Tidak Penting

Gunanya kita mencatat pengeluaran setiap bulan adalah supaya kita bisa review di akhir bulan. Biasanya, pasti ada saja pengeluaran yang sifatnya kurang penting. Misalnya belanja tas padahal belum perlu, atau makan di luar yang terlalu sering dan cukup menguras.

Jadi cara mengelola keuangan pribadi yang tepat adalah kurangi pengeluaran yang tidak penting. Kalau merasa kesulitan langsung memotong pengeluaran tersebut, kurangi saja sedikit-sedikit. Pelan-pelan, kebiasaan ini akhirnya bisa dipotong sama sekali. Tak terasa, ternyata kita bisa punya simpanan lebih banyak hanya dari memotong satu jenis pengeluaran saja.

Paylater Sebagai Opsi

Bagaimanapun juga, tiap bulannya kita pasti punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Bagaimana kalau ada kebutuhan mendadak yang tak bisa dihindari? Untungnya sekarang ada pilihan paylater. Kita bisa belanja sekarang dan bayarnya kemudian.

Asalkan digunakan dengan tepat dan bijak, kemudahan paylater sangat menguntungkan. Cara daftarnya mudah, cara menggunakannya pun sangat mudah. Pilih platform paylater kredibel yang resmi supaya tiap transaksi berjalan dengan aman. Kalau sudah berkomitmen pakai paylater, jangan lupa kita punya kewajiban membayar cicilan. Bayar tepat waktu supaya bebas dari denda ya! 

Kembali ke list