Intip 5 Tips Mengatur Keuangan Berikut ini Untuk Masa Depan Kamu!

2 months ago

Finansial mapan dan cukup bukan hanya tentang mampu menghasilkan uang banyak atau menerima gaji besar. Cara mengelola keuangan yang baik dan benar justru menjadi kunci dari sebuah keberhasilan finansial. Menariknya, manajemen keuangan adalah sebuah skill atau kemampuan, yang jika semakin sering diasah akan semakin tajam pula. Itu artinya, jangan tunggu sampai usia 30 tahunan baru kemudian kamu menerapkan tips mengatur keuangan. Kamu dapat berlatih mengelola keuangan dari sekarang. Saat masih muda dan lajang merupakan waktu yang tepat agar nanti begitu memiliki keluarga, kamu telah terbiasa melakukannya. Ingat bahwa mengatur keuangan rumah tangga dengan pasangan dan anak-anak akan lebih menantang daripada ketika kamu masih single.

Tips mengatur keuangan rumah tangga sepintas memang berbeda dengan tips mengatur keuangan mahasiswa. Detail pemasukan dan pengeluarannya sudah pasti tidak sama. Namun, pada dasarnya manajemen keuangan ini didasari oleh satu prinsip yang sama yaitu disiplin dan bijaksana. Sebagus apapun tips mengatur keuangan usaha, rumah tangga, atau mahasiswa, itu semua akan tidak berarti jika pada akhirnya kamu hanya menuruti nafsumu dan menggunakan uang sesukanya tanpa berpikir jangka panjang. Jadi, bagaimana sih, cara mengatur keuangan supaya lebih tertata dan stabil? Yuk, simak tips mengatur keuangan di bawah ini:

Buat Rencana Anggaran Biaya

Menggunakan uang yang ada tanpa rencana sama sekali akan bikin kamu kalap. Sebab, kamu bisa merasa bebas menggunakan semua gajimu untuk memenuhi keinginan. Sampai-sampai tidak sadar bahwa ada kebutuhan wajib yang harus dipenuhi, baik itu jangka pendek dan panjang. Supaya tetap bisa terkontrol, maka kamu harus membuat rencana anggaran biaya berdasarkan pemasukan dan pengeluaran yang kamu miliki setiap bulannya. Buatlah secara rinci, bahkan lebih baik jika spesifik untuk setiap harinya.

Anggaran biaya tersebut dapat kamu aplikasikan dengan cara membuat pos pengeluaran. Misalnya dengan gaji 3 juta per bulan, kamu membuat 4 pos: biaya tempat tinggal, biaya makan, dana darurat dan tabungan. Untuk operasional tempat tinggal, kamu mengalokasikan dana sebesar 700 ribu. Untuk biaya makan kamu memberikan uang sejumlah 1.3 juta. Serta untuk dana darurat kamu menyisihkan 500 ribu dan tabungan sebesar 500 ribu.

Pos pengeluaran ini masih bisa dibuat lebih rinci lagi agar kamu dapat melihat pengeluaran harian. Dimana, hal itu yang akan memengaruhi cukup tidaknya alokasi dana tersebut untuk satu bulan. Misalnya saja, untuk pos makan, kamu membuat pos sebesar 30 ribu untuk per hari. Jika ditotal selama 30 hari, maka kebutuhan makanmu adalah 900 ribu. Sisanya yaitu 400 ribu kamu gunakan untuk biaya lainnya seperti transportasi dengan batas harian yang fleksibel tergantung mobilitasmu.

Tentukan Skala Prioritas

Tips kedua adalah mengatur skala prioritas. Ini penting sekali karena jika kamu tidak memilah mana kebutuhan yang lebih penting daripada yang lain, ada kecenderungan untuk bersikap boros sebab menganggap semuanya sama penting. Menentukan skala prioritas juga bermanfaat sebagai tips mengatur keuangan saat lebaran. Dimana, momen Hari Raya memang membuat kamu mengeluarkan banyak uang.

Ambil contoh, ketika menyambut Lebaran kamu memiliki angan-angan untuk membeli baju baru, kue lebaran, memberikan angpao kepada adik dan keponakan, serta memberi “THR” kepada orang tua. Supaya uangmu tidak langsung menguap tanpa sisa di akhir momen Hari Raya, maka pilihlah mana kebutuhan yang lebih mendesak dan menomorduakan sisanya. Jika kamu lihat di lemari masih banyak pakaian bagus yang jarang dikenakan, maka anggaran untuk beli baju baru dapat digeser ke pos THR orang tua supaya dapat memberikan lebih banyak pada ayah dan ibu.

Begitu pula dengan kue lebaran. Walaupun terkesan sepele, namun tiap toples kue tersebut memiliki harga yang jika dikalikan jumlahnya juga akan banyak. Bayangkan saja, jika satu toplesnya seharga 70 ribu, maka 10 toples berarti 700 ribu. Jika di rumah ada kue yang sudah disiapkan oleh ibumu dan jumlah tamu yang datang ke rumah juga tidak banyak, maka artinya pos kue lebaran bukan prioritas utama yang wajib dipenuhi. Geserlah pos kue lebaran ini ke pos lain, termasuk tabunganmu supaya uang lebaran tidak habis begitu saja.

Menabung

Menabung adalah investasi jangka pendek dan juga panjang yang penting untuk dilakukan agar kamu memiliki dana cadangan yang siap digunakan saat membutuhkan. Itulah sebabnya, menabung selalu masuk dalam tips mengatur keuangan pribadi. Tabungan juga dibagi menjadi dua yaitu tabungan masa depan dan tabungan darurat.

Tabungan Masa Depan

Pertama adalah tabungan masa depan yang biasanya digunakan untuk hari tua atau mempersiapkan diri dalam berumah tangga. Tabungan masa depan ini tidak difungsikan untuk diambil saat ada kebutuhan darurat. Kamu bisa menyisihkan setidaknya 20% dari pemasukanmu untuk tabungan masa depan. Sebaiknya pos ini diprioritaskan. Karena jika menunggu sisa dari operasional bulanan, seringkali batas prosentase tersebut tidak dapat terpenuhi atau bahkan tidak ada sama sekali.

Tabungan Darurat

Selanjutnya adalah tabungan darurat. Berbeda dengan tabungan masa depan yang tidak boleh disentuh, tabungan darurat ini memang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang datangnya tiba-tiba. Misalnya kamu jatuh sakit dan butuh perawatan di rumah dengan biaya yang banyak. Atau kamu harus membantu orang tua karena satu dan lain hal yang juga menghabiskan dana jutaan. Dengan memiliki dana darurat, kamu tidak harus berhutang ketika kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda ini datang. Ingat, hutang hanya akan membuat anggaran keuanganmu porak poranda.

Investasi

Selain tabungan yang difungsikan sebagai simpanan, kamu juga perlu membuat investasi yang dapat menjadi passive income. Investasi sendiri banyak macamnya dan secara umum dibagi menjadi 2 jenis yaitu jangka pendek dan panjang.

Jangka Pendek

Investasi jangka pendek akan memberikan keuntungan dalam waktu yang terbilang singkat. Singkat di sini bukan berarti kamu dapat melihat keuntungannya satu bulan lagi. Biasanya, investasi jangka pendek akan membuahkan hasil selama 1 atau 2 tahun. Contoh mudah dari investasi jangka pendek adalah deposito yang kamu lakukan di bank terpercaya.

Jangka Panjang

Investasi jangka panjang tentunya membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan hasil yang signifikan, misalnya dalam kurun waktu 10 tahun atau lebih. Meskipun lebih lama, namun biasanya keuntungan yang kamu dapatkan akan berlipat ganda. Jadi, tidak rugi walaupun menunggu hingga bertahun-tahun. Salah satu investasi jangka panjang yang paling aman adalah logam mulia seperti emas. Jika dilihat hariannya, harga emas memang fluktuatif. Namun, jika dilihat dengan kacamata lebih besar, maka kamu akan menemukan fakta bahwa tiap tahunnya emas mengalami kenaikan harga.

Tentukan Tujuan Akhir

Terakhir adalah menentukan tujuan akhir. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu jadi termotivasi untuk mengatur keuangan dengan lebih baik. Menentukan tujuan juga menjadi tips mengatur keuangan bisnis. Dimana dalam dunia tersebut, goal yang jelas membantu menentukan langkah yang harus diambil.

Tujuan akhir ini bersifat personal, artinya satu orang mungkin memiliki tujuan yang berbeda dari orang lain. Dari sekarang mulailah tentukan tujuan akhirmu seperti punya rumah sendiri, memiliki mobil, dan sebagainya. Walaupun bisa jadi akan memakan waktu tahunan, dengan punya tujuan akhir yang jelas kamu dapat mengatur strategi keuangan agar impian tersebut dapat terwujud.

Mengatur keuangan bukan hal mudah, namun sangat mungkin dilakukan selama kamu punya tekad, kedisiplinan, dan motivasi yang kuat. Manajemen keuangan yang baik akan menuntun kamu ke level finansial lebih stabil hingga akhirnya mencapai titik financial freedom.

Kembali ke list