Kartu Kredit vs Paylater, Pilih yang Mana?

5 months ago

Saat ini belanja online jadi makin mudah saja dengan pilihan pembayaran yang variatif. Salah satu opsi pembayaran yang lagi digandrungi adalah paylater. Hampir semua platform e-commerce terkemuka menyediakan layanan ini. Konsep beli sekarang dan bayar nanti dianggap meringankan pembeli, meskipun sebenarnya konsep ini hampir sama dengan kartu kredit. Perbandingan kartu kredit vs paylater ini sering menjadi kebingungan tersendiri bagi para calon penggunanya.

Jadi apa bedanya kartu kredit vs paylater? Kenapa makin ke sini semakin banyak pembeli yang beralih ke paylater dibandingkan kartu kredit? Supaya lebih tahu mana yang lebih cocok buatmu, simak berbagai perbedaannya berikut ini.

Penyedia Layanan

Perbedaan paylater vs kartu kredit yang pertama adalah dari penyedia layanannya. Kartu kredit diterbitkan dan dikelola oleh bank. Sementara paylater adalah layanan yang disediakan oleh sebuah perusahaan bukan bank. Perusahaan penyedia paylater seperti NantiAja biasanya bekerja sama dengan platform e-commerce terkemuka atau berbagai merchant produk terkenal untuk memberi kemudahan pilihan pembayaran bagi penggunanya.

Persyaratan Pengajuan

persyaratan pengajuan

Untuk membuat kartu kredit maupun paylater tentu ada syarat dan ketentuannya. Kartu kredit memberikan syarat yang lebih banyak dibandingkan paylater. Di antaranya tentu adalah identitas diri berupa KTP, Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), slip gaji, Kartu Keluarga, dan lain-lain. Dalam mengajukan kartu kredit pun biasanya ada batasan penghasilan per bulan yang harus dipenuhi oleh pihak pemohon.

Sedangkan persyaratan pengajuan paylater memang lebih ringkas dan sederhana jika dibandingkan dengan kartu kredit. Pada umumnya, pemohon hanya diharuskan berusia 21 tahun dan memiliki e-KTP saja. Tidak ada syarat limit gaji, SPT, dan dokumen lainnya.

Tenor Pinjaman

Dari sisi tenor pinjaman atau lamanya pinjaman, baik kartu kredit maupun paylater menawarkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ini tergantung dari bank atau perusahaan penyedianya. Hanya saja, sudah pasti tenor pinjaman yang ditawarkan paylater lebih singkat dibandingkan kartu kredit. Biasanya paylater akan menyediakan tenor pinjaman mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga maksimal 12 bulan.

Sedangkan kartu kredit dapat lebih ringan jika membeli barang yang bernilai tinggi, karena tenor pinjaman yang ditawarkan biasanya mencapai 36 bulan. Tentu mencicil jadi terasa lebih ringan karena jangka waktu ditawarkan juga lebih lama.

Proses Daftar

Proses pendaftaran kartu kredit cenderung lebih lama dibandingkan paylater. Tidak hanya karena dokumen yang perlu disiapkannya saja yanglebih banyak, tapi juga karena pemohon harus datang langsung ke bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Meski sekarang daftar kartu kredit dapat via online, tapi biasanya tetap akan ada wawancara khusus via telepon untuk verifikasi data diri.

Jadi setelah dokumen diserahkan, pihak bank akan mengevaluasi data pemohon. Setelah itu baru diadakan wawancara. Tidak sampai disitu saja, bank akan melakukan evaluasi lanjutan, baru kemudian kartu kredit dapat diterbitkan. Proses pendaftaran hingga mendapat kartu kredit dapat memakan beberapa hari kerja. Meskipun beberapa bank juga menawarkan proses sehari jadi.

Sedangkan untuk mendaftar akun paylater, semua prosesnya dilakukan secara online. Begitu pula dengan verifikasi datanya. Pemohon cukup mengisi data, foto KTP asli dan foto asli sambil memegang KTP di kondisi pencahayaan terang, lalu ajukan permohonan. Jika data yang dimasukkan sudah sesuai, maka akun paylater pun akan langsung disetujui pada hari itu juga, bahkan dalam beberapa menit saja.

Ruang Lingkup

Kartu kredit memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Tak hanya dapat digunakan untuk berbelanja produk saja, kartu kredit juga dapat digunakan untuk membayar berbagai layanan. Misalnya biaya rumah sakit, biaya perbaikan kendaraan di bengkel, dan lain sebagainya. Kartu kredit juga dapat digunakan di berbagai e-commerce untuk membeli produk atau jasa yang kamu butuhkan.

Sedangkan ruang lingkup paylater jauh lebih terbatas. Pada umumnya, layanan paylater hanya dapat digunakan di beberapa platform saja untuk belanja secara online.

Batas Pinjaman

Pada umumnya, batas pinjaman kartu kredit lebih besar dibandingkan dengan paylater. Nominal tepatnya disesuaikan dengan penghasilan bulanan setiap pemegang kartu kredit. Pada awal pengajuan, limitnya akan tetap sama, kecuali pemegang kartu kredit mengajukan peningkatan jenis kartu atau upgrade.

Paylater di sisi lain menawarkan batas pinjaman yang cenderung lebih kecil. Biasanya saat baru mendaftar, pengguna akan mendapat limit minimum yang rendah, hanya beberapa ratus ribu atau beberapa juta saja. Jika paylater sering digunakan dan pembayaran dilakukan dengan lancar, maka secara berjangka batas pinjaman akan meningkat seiring waktu. Paylater cocok bila ingin digunakan untuk membeli produk-produk konsumtif sehari-hari.

Biaya

Pemilik kartu kredit diwajibkan membayar iuran tahunan yang jumlahnya beragam, tergantung kebijakan tiap bank. Biaya tahunan ini juga tergantung dari jenis kartu kredit yang digunakan. Semakin tinggi limit kartu kredit, makin banyak layanannya, dan makin besar pula biaya tahunannya.

Sedangkan memiliki akun paylater memiliki biaya admin yang rendah bahkan bebas biaya, mulai dari 20 ribu saja. Tetapi kalau penggunanya telat melakukan pembayaran sesuai tanggal jatuh tempo yang ditentukan, maka akan dikenakan denda yang cukup tinggi. Dalam penggunaan kartu kredit, hal yang sama juga berlaku.

Bunga

Bunga kartu kredit lebih kecil dibandingkan paylater. Sejak Juli 2021, bunga kartu kredit maksimal sebesar 1.75%. Aturan ini berlaku untuk semua bank yang beroperasi di Indonesia. Sedangkan bunga layanan paylater umumnya berada di kisaran 2.9%. Ada juga layanan paylater yang tidak mengenakan bunga, tetapi penggunanya harus membayar biaya layanan tiap kali pengajuan.  

Penggunaan

Penggunaan kartu kredit dan paylater kesannya sama saja, padahal sebenarnya terdapat perbedaannya juga. Kartu kredit dapat digunakan lebih luas. Pemegang kartu kredit dapat membayar berbagai macam hal, baik di merchant online maupun offline.

Sedangkan layanan paylater terbatas untuk belanja online di platform e-commerce. Misalnya untuk berbelanja produk elektronik di toko offline, kita dapat mengajukan cicilan dengan kartu kredit, tapi tidak dapat dengan paylater.

Jangka Waktu Cicilan

Jangka waktu cicilan kartu kredit pada umumnya jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan paylater. Tergantung bank penerbitnya, ada kartu kredit yang menawarkan jangka waktu cicilan maksimal 24 bulan, ada juga yang lebih panjang hingga 36 bulan.

Sedangkan paylater biasanya menawarkan jangka waktu cicilan yang jauh lebih pendek. Mulai dari 2 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan maksimal 12 bulan. Untuk mencicil produk yang harganya tak terlalu tinggi, paylater sangat memudahkan. Tapi untuk barang yang nilainya cukup tinggi, cicilan kartu kredit akan terasa lebih ringan setiap bulannya.

Keamanan

keamanan paylater

Kartu kredit diterbitkan dan dikelola oleh bank, jadi tentunya operasionalnya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tiap kali akan bertransaksi dengan kartu kredit secara online, kamu akan mendapat SMS berisi One Time Password (OTP). Setelah itu, kamu harus memasukkan nomor CVV yang ada di kartu. Sedangkan jika bertransaksi di toko offline harus memasukkan PIN.

Sama dengan kartu kredit, layanan paylater juga diawasi oleh OJK. Tergantung layanan paylater, ada yang harus menggunakan kode OTP yang dikirim via SMS. Ada yang hanya menggunakan PIN saja. Dengan adanya sensor sidik jari di ponsel saat ini, saat mengajukan layanan paylater biasanya juga dapat diverifikasi dengan sidik jari dan memudahkan transaksi pengguna dengan 1 klik saja.

Akhir Kata

Banyak pro dan kontra dari perbandingan Kartu kredit vs paylater memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri-sendiri, yang bisa kamu sesuaikan berdasarkan kebutuhan dan produk yang ingin kamu dapatkan. Kartu kredit akan lebih cocok untuk pengguna yang sering melakukan transaksi dengan nominal yang cukup besar, sehingga biaya admin tahunan tidak terasa memberatkan.

Sedangkan, bagi kamu yang tidak terlalu sering bertransaksi menggunakan kartu kredit untuk membeli produk-produk seperti pakaian fesyen, kosmetik, dan keperluan lainnya. Paylater NantiAja akan cocok untuk kamu, dimana kamu bisa membagi pembayaran jadi 4 kali bayar untuk setiap transaksi yang kamu lakukan.

Bayar dulu 25% dari total harga barang yang kamu beli hari ini, lalu selesain sisanya dalam periode pembayaran per dua minggu atau per bulan.

Kamu gak akan dikenakan bunga sama sekali, selamanya! Tunggu apalagi? Cobain Sekarang!

Kembali ke list