Ketahui Macam Macam Sistem Pembayaran yang Berlaku di Indonesia

6 days ago

Sistem pembayaran selalu berganti dari masa ke masa. Kalau di masa lalu orang melakukan pembayaran dengan sistem barter atau pertukaran, kini akhirnya dibuat alat pembayaran khusus yang nilainya lebih pasti dan jelas. Begitu juga dengan sistem pembayaran di Indonesia yang mengikuti perkembangan jaman.

Jenis-jenis sistem pembayaran yang resmi harus disetujui oleh pemerintah, sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi. Lalu apa saja jenis pembayaran yang berlaku di Indonesia saat ini? Secara umum, sistem pembayaran terbagi menjadi dua, yaitu tunai dan non tunai. Yuk, cek apa saja alat pembayaran yang sah di negara kita.

Tunai

Yang pertama ada jenis sistem pembayaran tunai, yaitu pembayaran lunas tanpa menggunakan sistem cicilan. Ini adalah sistem pembayaran yang paling tradisional setelah sistem barter. Sistem pembayaran tunai terdiri dari satu jenis saja yaitu menggunakan uang kartal.

Uang Kartal

Di Indonesia, sistem pembayaran secara tunai hanya dilakukan dengan uang kartal. Definisi uang kartal adalah alat pembayaran yang sah dan wajib diterima masyarakat dalam transaksi jual beli. Uang kartal beredar di tengah masyarakat dan perbankan, yang dikeluarkan secara resmi oleh bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia.

Uang kartal yang beredar di Indonesia hingga saat ini adalah uang logam dan uang kertas. Kedua jenis uang kartal ini mengalami pembaharuan dan pergantian secara berkala. Kalau sudah dikeluarkan versi yang terbaru, maka versi uang lamanya pelan-pelan mulai tidak berlaku lagi.

Non Tunai

Jenis sistem pembayaran yang berlaku di Indonesia berikutnya adalah jenis pembayaran non tunai. Ini adalah jenis transaksi tanpa menggunakan uang kartal secara langsung. Macam-macam alat pembayarannon tunai lebih banyak ragamnya dibandingkan tunai. Perkembangannya juga semakin pesat seiring dengan teknologi. Apa saja sistem pembayaran dan alat pembayaran non tunai yang sah di Indonesia?

E-Money atau Uang Elektronik

Selama sekitar satu dekade ke belakang, jenis pembayaran elektronik makin berkembang dan semakin banyak digunakan orang. Salah satu alasannya yaitu praktis dan lebih aman, karena kita tidak perlu membawa banyak uang kartal ke mana saja. Jenis uang elektronik pun semakin beragam. Ada yang berbasis kartu dengan chip, ada pula yang berbasis aplikasi.

Tapi pada dasarnya, uang elektronik harus memenuhi syarat di bawah ini:

  • Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kartu atau pemilik akun di aplikasi uang elektronik.
  • Digunakan sebagai alat pembayaran pada penjual yang juga menggunakan uang elektronik tersebut.
  • Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media.
  • Nilai uang yang tersimpan secara elektronik dikelola oleh penerbit.

Sistem pembayaran di Indonesia khusus elektronik ini bisa digunakan untuk membayar berbagai macam kebutuhan. Misalnya yang berbasis kartu bisa digunakan untuk membayar tiket alat transportasi publik seperti Trans Jakarta dan MRT. Sedangkan uang elektronik yang berbasis aplikasi bisa digunakan untuk belanja berbagai kebutuhan dan membayar transportasi online.

Debit

Kartu debit dikenal juga dengan kartu ATM. Dengan kartu debit, kita bisa melakukan pembayaran, menarik uang tunai, dan memindahkan dana. Sebenarnya membayar dengan kartu debit termasuk tunai, karena dengan sistem pembayaran elektronik yang satu ini kita tidak berhutang. Produk maupun jasa dibayar langsung, sehingga kita tidak memiliki beban hutang.

Hanya karena tidak ada uang kartal secara nyata yang dipegang pembeli dan penjual, melainkan lewat elektronik, maka dimasukkan ke dalam kategori non tunai. Kartu debit dikeluarkan oleh pihak bank, yang mana bisa memudahkan pemiliknya berbelanja, karena tidak perlu membawa uang kartal ke mana-mana.

Terbagi menjadi beberapa jenis, kartu debit merupakan salah satu item transaksi yang dikeluarkan oleh bank. Ada yang batasan pemindahan dananya lebih terbatas dan ada yang lebih luas. Lalu ada juga jenis kartu debit edisi spesial yang dirilis oleh bank tertentu. Tapi pada dasarnya kartu debit memiliki ciri yang sama yaitu:

  • Di bagian depan terdapat chip
  • Nomor kartu yang terdiri dari 16 digit
  • Nama pemilik kartu
  • Nama penerbit kartu
  • Masa berlaku kartu
  • Magnetic stripe
  • Panel tanda tangan
  • Logo GPN
  • Nomor verifikasi kartu
  • Nama atau logo penerbit kartu.

Kredit

Kartu kredit adalah sistem pembayaran cicilan yang idenya pertama kali dideskripsikan dalam novel karya Edward Bellamy di tahun 1887 berjudul Looking Backward. Dalam novel ini, Edward menyebutkan istilah kartu kredit sebanyak 11 kali, meskipun yang dimaksud di sini lebih mirip dengan konsep kartu debit.

Kartu kredit yang pertama dikeluarkan oleh American Express di tahun 1957. Kartu kredit inilah yang akhirnya membuat jaringan perbankan di berbagai negara dan akhirnya konsepnya digunakan hingga hari ini. Namun, sebenarnya sebelum ini sudah ada semacam kartu kredit seperti Diners Culb dan Carte Blanche, tetapi penggunaannya terbatas.

Dengan kartu kredit, penggunanya bisa berbelanja berbagai keperluan berupa barang dan jasa, lalu membayarnya kemudian sesuai dengan periode yang telah ditetapkan. Limit belanja tiap kartu kredit berbeda-beda, mulai dari Rp 5 juta hingga tak terbatas. Jumlah kredit harus dibayar sebelum jatuh tempo, agar tidak terkena denda.  

Transfer

Transfer adalah proses pemindahan dana secara elektronik. Kalau dulu prosesnya harus dilakukan di bank, semenjak adanya ATM maka pemilik kartu ATM sudah bisa melakukannya sendiri di ATM terdekat. Sekarang prosesnya sudah makin modern, karena pemilik akun bank bisa melakukannya via online dengan mobile banking atau internet banking. Uang elektronik yang berbasis aplikasi juga bisa ditransfer.

Cek Giro

Cek dan giro adalah semacam surat perintah dari nasabah untuk melakukan pemindah bukuan dana di bank. Selain itu, cek juga bisa digunakan untuk menarik uang tunai atau alat pembayaran. Sedangkan giro merupakan pemindahan dana antar rekening. Tetapi, rekeningnya tidak sama dengan rekening yang digunakan untuk ATM biasa, melainkan harus rekening giro.

Paylater

Sistem pembayaran di Indonesia yang terakhir adalah paylater, dimana konsumen bisa beli dulu dan bayar belakangan. Pada dasarnya sistemnya mirip dengan kartu kredit, tapi aksesnya jauh lebih mudah. Karena untuk bisa menggunakan kartu kredit, syarat yang harus dipenuhi lebih rumit. Sedangkan untuk mengakses paylater syaratnya jauh lebih mudah.

Pada umumnya, untuk mendaftar paylater, kita harus mengisi data diri yang sesuai dengan KTP. Lalu foto KTP elektronik dan selfie sambil memegang KTP. Kalau sudah disetujui, pemilik akun paylater bisa langsung menggunakannya untuk belanja. Pilih sendiri periode mencicil sesuai yang disediakan platform, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kemudahan pakai paylater mampu membuat konsumen mengatur keuangan dengan lebih bijak, asalkan digunakan dengan tepat. Jangan lupa pilih platform paylater yang sudah resmi dan kredibel seperti NantiAja. Jadi tiap transaksi yang kita lakukan pasti aman. Kamu bisa bagi pembayaran jadi 4 dan bebas bunga selamanya. Jadi dari berbagai alat pembayaran tunai dan non tunai di atas, mana yang paling sering kamu gunakan?

Kembali ke list