Waspada Modus Penipuan Paylater yang Marak di Indonesia

4 months ago

Belanja pakai paylater memang memudahkan banyak konsumen. Kita jadi bisa mengatur keuangan setiap bulannya agar lebih hemat, tapi tetap bisa membeli berbagai keperluan. Karena mudah, saat ini semakin banyak orang yang menggunakan layanan paylater. Sayangnya, kepercayaan konsumen ini dimanfaatkan dengan adanya penipuan paylater yang mulai marak.

Pastinya tak ada yang ingin tertipu, apalagi kalau menyangkut finansial. Sebagai konsumen, kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan paylater. Supaya tidak tertipu, cari tahu berbagai info mengenai penipuan paylater berikut ini yuk.

Ciri-ciri Penipuan pada Paylater

Salah satu ciri-ciri modus penipuan paylater yang harus diwaspadai adalah tidak adanya izin resmi dari pihak yang berwenang untuk kelangsungan operasi platform paylater tersebut. Sebagai lembaga yang menawarkan jasa finansial, platform paylater harus punya izin dari pemerintah.

Selain itu, ciri penipuan paylater lainnya adalah masuknya pesan via e-mail atau SMS yang memaksa kita untuk memasukkan username dan password, supaya masuk ke link yang tidak jelas. Apa pun bentuknya, kalau itu link yang menuju ke sumber tidak jelas, sebaiknya dihindari saja. Siapa pun yang mengirimkan link semacam itu patut diabaikan, jangan sampai diikuti, bahkan jangan mau untuk memasukkan data-data pribadi.

Untuk membayar tagihan paylater, seharusnya menggunakan virtual account. Ciri penipuan paylater adalah tagihan harus dikirimkan ke rekening atas nama perorangan. Jelas ini bukan lembaga paylater resmi dan professional, maka harus dihindari.

Cara Menghindari Penipuan pada Paylater

Setelah mengenali ciri-ciri dan berbagai modus penipuan paylater, konsumen sudah seharusnya lebih berhati-hati. Cek dan riset dulu sebelum mendaftarkan diri, apalagi sampai menggunakan layanan paylater. Selalu gunakan layanan yang sudah dipercaya saja dan banyak digunakan orang, karena ini sudah pasti aman.

Gunakan layanan penyedia paylater yang disediakan oleh pihak yang jelas. Misalnya paylater yang ada di toko online, dimana sudah terjamin kualitasnya. Paylater semacam ini sudah jelas banyak digunakan konsumen dan terbukti aman. Jadi, konsumen lebih merasa nyaman saat mendaftar dan menggunakannya. Lalu bagaimana dengan layanan paylater yang baru?

Ada baiknya kalau kita mengecek dulu daftar paylater yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sana akan terpampang jelas apa saja layanan yang sudah resmi terdaftar dan aman. Karena logo OJK yang ada di situs paylater bisa saja dipalsukan. Untuk lebih aman, sebaiknya cek dulu data dari OJK sebelum mendaftar jadi pengguna.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Paylater

Supaya selalu terhindar dari tawaran layanan paylater yang tidak resmi dan hanya tipuan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Lakukan beberapa hal di bawah ini yuk biar lebih aman saat akan belanja dengan paylater:

1. Kenali Jenis Paylater Terlebih Dahulu

Layanan penyedia paylater sangat beragam jenisnya, tidak semuanya memberikan servis yang sama. Misalnya ada paylater yang hanya bisa digunakan di aplikasi belanja online tertentu. Ada juga yang bisa digunakan sebagai dompet digital untuk berbelanja di berbagai macam merchant offline. Misalnya di gerai minimarket, kafe, sampai restoran.

Lalu ada juga layanan penyedia paylater yang hanya bekerja sama dengan toko online tertentu, tidak bisa digunakan di merchant lainnya. Karena jenisnya beragam, maka kita harus mengenali dulu sebaik-baiknya. Kalau tidak, mungkin layanan tersebut sebenarnya kurang cocok dengan apa yang kita butuhkan.

Jangan lupa cek bunga cicilan, periode cicilan, dan apakah ada biaya administrasi, serta berbagai detail penting lainnya. Jangan sampai sudah mendaftar dan menggunakan, lalu baru tahu kalau ada biaya ini dan itu. Padahal sebenarnya info ini bisa kita cari tahu sejak awal. Karena ragamnya berbeda-beda, harus dipastikan mana yang sesuai dengan kemampuan kita.

2. Perhatikan Keamanan Identitas

Salah satu ciri penipuan paylater adalah identitas pribadi penggunanya yang disalahgunakan. Karena itu, identitas kita harus aman tersimpan di database penyedia paylater. Saat mendaftar dan menyerahkan data pribadi, biasanya kita akan mendapat kode OTP yang dikirimkan via SMS, e-mail, atau WhatsApp sebagai kunci keamanan.

Kode OTP dikirimkan sebagai bentuk pengamanan agar identitas kita tidak digunakan pihak lain yang tak bertanggung jawab. Kode OTP tidak boleh kita berikan pada orang lain, agar akun kita tidak bisa diakses oleh orang lain. Kalau sudah ada pengamanan ini, maka layanan paylater tersebut bisa cukup dipercaya dan aman digunakan.

3. Perhatikan Kredibilitas Penyedia Paylater

Sebelum pakai layanan paylater, tak ada salahnya kalau kita cek dulu kredibilitasnya. Caranya adalah mengecek review dari mereka yang sudah pernah menggunakan. Review bisa kita cek baik di AppStore maupun Google PlayStore yang tertera di halaman aplikasi tersebut. Bisa juga cek review yang tersebar di internet.

Kalau banyak pengalaman negatif dari pengguna sebelumnya, tentu harus diwaspadai. Sebaiknya pilih layanan lain yang lebih dipercaya. Perhatikan juga, review negatif itu pasti ada, karena pasti ada saja pihak yang tidak puas. Tapi kalau jumlah yang negatif jauh lebih sedikit dibandingkan yang positif, maka layanan tersebut patut dipertimbangkan.

4. Periksa Lisensi atau Ijin Penyedia Paylater

Seperti berbagai lembaga keuangan lainnya yang ada di Indonesia, pastinya lembaga penyedia paylater juga harus memiliki izin resmi dari pemerintah. Biasanya di situs resminya akan ditampilkan Surat Keputusan dari Kementerian Keuangan dan OJK. Di situs juga akan ditampilkan logo OJK. Ini adalah standar keamanan platform paylater yang beroperasi di Indonesia.

Kalau sudah ada izin tertulis di situs dan aplikasinya, apakah kita sudah pasti terhindar dari penipuan paylater? Eits, belum tentu. Bisa saja logo OJK dan nomor-nomor yang tertera di platformnya merupakan sekedar tiruan saja. Jadi akan lebih aman kalau kita mengecek sendiri daftar paylater yang resmi yang diterbitkan OJK. Kalau sudah ada di daftar ini, maka terjamin aman.

5. Pastikan Data Pribadi Tidak Disalahgunakan Perusahaan Paylater

Layanan paylater yang resmi pada umumnya hanya meminta data pengguna di awal saat mendaftar saja. Setelah itu, tidak akan ada lagi yang menanyakan data pribadi kita karena sudah tersimpan di database mereka dengan baik. Jadi kalau ada yang menghubungi kita dan mempertanyakan lagi perihal data diri, ini perlu dicurigai.

Seharusnya tidak ada lagi yang menghubungi via telepon, SMS maupun e-mail untuk menanyakan data pribadi. Di layanan paylater yang resmi, data akan disimpan dengan baik untuk keperluan transaksi saja. Data-data pengguna seharusnya tidak disalahgunakan untuk berbagai keperluan lain yang tidak ada hubungannya dengan transaksi paylater.

Jangan sampai terkena penipuan paylater, karena itu kita sebagai pengguna harus cek dengan teliti terlebih dulu sebelum mendaftar. Kalau sudah menemukan platform yang tepat dan aman digunakan, belanja dengan paylater memang lebih mudah serta praktis juga. Pakai paylater NantiAja bisa bantu kamu bagi pembayaran jadi 4 dan bebas bunga selamanya! Sehingga, berbagai kebutuhan tetap bisa terpenuhi dan kita bisa mencicil sesuai dengan kemampuan.

Kembali ke list