5 Bentuk Bisnis E-commerce di Indonesia yang Harus Kamu Ketahui!

2 weeks ago

Tren membuat bisnis sendiri semakin berkembang di tanah air. Ini jadi salah satu hal positif yang menunjukkan kalau makin banyak anak bangsa yang kreatif. Tidak bergantung pada orang lain, tetapi malah membuat lapangan kerja sendiri. Bisnis e-commerce adalah salah satu yang berkembang pesat. Apa saja bentuk bentuk bisnis e-commerce yang hadir di Indonesia saat ini? Yuk cek daftarnya berikut ini.

1. Daftar Iklan Baris

Daftar iklan baris adalah bentuk bisnis e-commerce yang paling simpel. Disebut juga dengan classified, sistem ini dibuat oleh penyedia jasa iklan baris, yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli. Penjual akan memasang iklan di platform tersebut dan pembeli yang berminat bisa langsung menghubungi penjual.

Kelebihan daftar iklan baris adalah siapa saja punya peluang untuk membuka bisnis. Siapa saja bisa menjual produk atau jasa yang ditawarkan. Kalau dulu penjual harus punya toko offline untuk berjualan, sekarang tak perlu lagi. Berjualan apa pun dalam skala paling kecil sekalipun bisa dilakukan di platform ini.

Salah satu bentuk daftar iklan baris adalah penjual dan pembeli bertemu dalam transaksi Cash on Delivery (COD). Di satu sisi, ini memberi keleluasaan pada penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Tapi di sisi lain, sistem COD juga bisa jadi tidak aman. Misalnya, ada peluang pembeli ternyata tidak menepati janji atau pembeli menolak barang yang dijual. Jadi bisa saja membuang-buang waktu.

Karena itu, untuk COD sebaiknya pembeli menanyakan detail produk yang sejelas-jelasnya kepada penjual. Sehingga begitu melihat produknya secara langsung tidak akan terlalu kecewa. Lalu, jika dari awal produk sudah tidak sesuai dengan yang diinginkan, tidak perlu membuat janji COD agar tidak menyusahkan kedua belah pihak.

2. Marketplace C2C

C2C adalah singkatan dari Customer to Customer. Sistem berbisnis di marketplace C2C pada dasarnya hampir sama dengan daftar iklan baris. Penjual memasang iklan menawarkan produk mereka secara online di sebuah platform dan pembeli bisa langsung membeli produknya. Hanya saja, bedanya adalah marketplace C2C juga menyediakan layanan transaksi keuangan via online.

Jadi uang yang dibayarkan pembeli akan disimpan terlebih dahulu di rekening pihak ketiga. Layanan semacam ini dinamakan escrow. Kelebihannya adalah transaksi lebih aman dan terjamin, karena pembeli tidak bisa sesuka hati membatalkan begitu saja seperti pada sistem COD. Setidaknya penjual memiliki jaminan bahwa pembeli sudah melakukan pembayaran terlebih dahulu.

Kekurangan dari sistem marketplace C2C sebenarnya sama dengan belanja online pada umumnya. Pembeli tidak bisa melihat produknya secara langsung. Bisa saja yang sampai di tangan pembeli tidak sama seperti yang ada di iklan. Meski begitu, pembeli masih bisa membatalkan transaksi jika produknya bermasalah. Pembeli pun akan menerima uangnya kembali secara utuh.

Saat ini, banyak yang mengunakan sistem e-commerce Indonesia yang satu ini . Penjual dan pembeli pun menyukai sistem ini. Siapa saja bisa berjualan dengan cara yang aman dan lebih terjamin. Pembeli pun masih punya jaminan uang kembali jika transaksinya ternyata bermasalah. Kelebihan lain dari sistem ini adalah pembeli memiliki kebebasan untuk membandingkan harga dan kualitas produk di satu toko dengan toko lainnya.

Selain dengan mencari ulasan terkait produk di internet, pembeli juga bisa mencermati review yang diberikan oleh pembeli sebelumnya. Review ini biasanya disertai dengan pemberian bintang, semakin tinggi bintangnya menandakan semakin puas konsumen. Dengan cara ini, calon pembeli pun bisa lebih berhati-hati dan tidak akan salah memilih toko.

Toko Online B2B

B2B adalah singkatan dari Business to Business. Jadi pelaku bisnisnya bukan perorangan, tapi antar kelompok atau organisasi. Toko online B2B adalah platform yang mempertemukan pelaku bisnis yang satu dengan yang lain. Karena pelakunya sama-sama memiliki bisnis, sering kali transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Meskipun bisa juga skalanya kecil.

Misalnya pelaku bisnis A adalah penjual alat tulis kantor. Sedangkan pelaku bisnis B adalah pemilik kantor baru yang sedang membutuhkan ATK untuk kegiatan operasional kantor. Karena itu, B akan membuat transaksi dengan A untuk kebutuhan perusahaannya. Contoh lainnya adalah antara desainer pakaian dan penjual kain.

Dalam hal ini, penjual kain bertindak sebagai penyuplai bahan baku untuk produk pakaian jadi. Seringkali, kecocokan transaksi dan kepuasan pembeli terhadap kualitas barang akan membuat kedua belah pihak menjadi rekanan bisnis jangka panjang.

Salah satu kelebihan toko online B2B adalah pelaku bisnis bisa memiliki konsumen jangka panjang yang akan terus bekerja sama. Tapi bila sampai terjadi kesalahan sedikit saja, bisa menimbulkan tanggapan negatif pada review perusahaan. Karena itu, harus selalu memberi pelayanan terbaik dan menjaganya juga supaya konsumen selalu puas. Dari satu konsumen yang puas, bisa terus berkembang lebih banyak lagi.

Toko Online Sosial Media

Bentuk ecommerce yang terakhir ini juga sudah banyak digunakan di Indonesia. Dulunya lewat Facebook, sekarang lebih sering lewat Instagram dan TikTok. Cara ini membuka peluang besar bagi siapa saja untuk menjual produknya di sosial media. Selama produknya berkualitas, dipadukan dengan strategi promosi yang tepat, bisnis pun bisa meledak. Sudah banyak brand yang jadi besar karena sosial media.

Kelebihan toko online sosial media adalah peluang untuk berbisnis terbuka lebar. Pengguna sosial media di Indonesia sangat banyak. Kita bisa menarget berbagai macam pasar. Mulai dari remaja, dewasa muda, pria, wanita, keluarga, dan masih banyak lagi. Jadi produk yang dijual pun sangat variatif. Penjual tidak perlu toko offline, tapi sudah bisa berjualan.

Kelebihan lainnya adalah penjual biasanya tidak membutuhkan dana khusus untuk melakukan promosi. Hal ini dikarenakan platform sosial media sekaligus menjadi tempat promosi gratis yang sangat mudah dikelola. Meski demikian, tidak sedikit juga penjual yang bekerja sama dengan influencer untuk memperluas pasar.

Bagi pembeli, berbelanja melalui media sosial cukup mudah dan juga menyenangkan untuk dilakukan. Terlebih lagi dengan berbagai inovasi konten yang tidak hanya ditujukan untuk menjual barang, namun juga memberikan hiburan serta edukasi.

Kekurangannya adalah persainganyang sangat kuat. Tanpa strategi promo yang baik, bisnis sangat sulit untuk berkembang. Bahkan kalau produknya berkualitas sekalipun. Adanya oknum yang melakukan penipuan transaksi via online, baik dari penjual maupun pembeli, juga sering terjadi di sistem toko online sosial media ini. Selain itu, adanya satu ulasan buruk dari konsumen yang tersebar di sosial media bisa sangat mempengaruhi penjualan secara keselurugan.

Setelah mengetahui berbagai bentuk bisnis e-commerce yang ada di tanah air, mana yang paling pas untuk bisnismu? Pastikan pertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan masing-masing, supaya bisa memilih sistem bisnis yang terbaik dan menguntungkan bagi bisnis kita. 

Kembali ke list